barmimpilah setinggi langit, karena agar kalau kamu jatuh, kmu masih di antara bintang2.
anak muda hanya sebesar mimpinya. yang dimiliki pemuda hanyalah waktu dan kemewahan terakhir adalah idealismenya.

kebahagiaan sebagai tujuan hidup adalah hal yang menyedihkan.
kebahagiaan tidak boleh menjadi tujuan hidup, tujuan hidup harusnya menjadi makna.
cara mengukur makna adalah; Kalau saya tidak ada besok adakah dunia kehilangan?

Kalau anak muda tidak bermimpi memiliki makna, maka dia akan jatuh di sesuatu yang trivial seperti, uang. media populer juga memiliki peran sebagai katalisatornya.
hidup itu memiliki arti jika kita memiliki impact

i'm like you, nothing different than you

Apakah aku cukup cepat tuk membawa kita berlari?
Cukup pintar untuk membawa kita ke bulan?
Apakah aku cukup nyali tuk mengajak kita berdiri?
Apakah aku cukup percaya dengan diri sendiri?
Jangan kau berdiri merasa pintar
Hanya di kepalamu kau yang benar
Diam dan lihat, duduk saja di latar

Jangan kauhalangi aku melaju
Perkara ini lebih besar darimu
Tak pantas kau bicara saat tak tahu
Urusanku, jangan ikut campur
Andai harus kotor, ku siap melumpur
Jika dendam harus dibayar tuntas
Lunas dengan tunai, lihat kubalas
Mata ganti mata, aku siap membuta
Memakan semua sudut tubuhku
Benci ini tumbuh berliku

banyak keraguan di hidupku
aku terus mempertanyakannya, sampai2 aku telah kehilangan kepercayaan dan ekspektasi kepada orang lain
banyak juga yang kutanyakan ke mentor2ku
"berbagai tokoh sejarah"
"Inikah kehidupan yang kaumau? Apakah ini c'rita yang kaumau? Inilah dunia yang kauwariskan Sesuatu yang sempat kaubanggakan Bacalah petaka yang kautuliskan Burukmu terpampang terang-terangan Di udara dosamu lengkap tercatatkan Borok jagat maya terabadikan Darah di tanganmu dalam ingatan"
aku bertanya ke mereka dengan nada sinis.

salah satu dari mereka berdiri. menatap dengan kecewa, "Aku adalah sang penakluk, alfatih jukukanku, aku sadar memang, Amanah bertulah, Berbuat, maka kau harus terima Berbuat, maka kau siap derita itu adalah konsekuensinya" "كل نفس بما كسبت رهينة"

aku menatapnya dengan tajam, "bisa-bisanya kau mengatakan omong kosong itu.. ..dengan wajah tanpa noda darah sambil berdiri di sungai styx."

aku lanjut berkata; "Aku belum mengerti banyak hal Maka ajari diriku hingga paham Tentang penderitaan Tentang pembangunan"

seseorang menyahut di samping kiriku, seorang bapak revolusi, "Kawan harap mengertilah Jika kamu yang berdarah Beberapa harus pecah Tuk jutaan bertumbuh indah dan merekah"

"Indah dan merekah?", ulang ku sambil tersenyum perih.

"pak tua, justru Aku takut kuping ini makin lalai
Mendengar jeritan yang buat ku tak nyaman
Aku takut mata ini makin kabur
Melihat gajah-gajah mengerang di ujung pelupuk."

Mulutmu bersumpah ugal-ugalan
Jauhkan nama dari kecelakaan
Saat ditunjuk nanti, kausalahkan kami
Jika takut hangus, jangan kau main api

Mulutku menyerang asal-asalan
Seakan aku siap jadi panutan
Saat ditunjuk nanti, ku mengelak lagi
Aku takut hangus, tapi ku main api.

aku memang bermain-main dengan siklus Ouroboros, aku membangun dan aku menghancurkan

Walau sebentar kupercaya indah Seberapa banyak Seberapa mahal Semua kan ku beri Semua kan ku gadai Matikan aku setelah usai Matikan aku setelah usai.

apakah Will To Power ku?
apakah iman ku ini di bentuk oleh lingkungan ku atau aku menemukan sendiri imanku?
apakah sains bisa menemukan tuhan?

Powered by Forestry.md